Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA "PENDULUM"

PENDULUM

(Laporan Praktikum Fisika Dasar Pertanian)

 

 

 

Oleh :

 

Kelompok 5

 

                                    Amalia Agustin                       1654071009

                                    Dahlia                                      1614071063

                                    Firnando Anggi S                    1954071010

                                    Hendi                                       1954071008

                                    M Arby Az Zumar                   1914071020

                                    M Jakarya Harahap                  1914071010

                                    Nabila Oktavia                         1914071034

                                    Selfi Apriliana S                      1914071038

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LABORATORIUM FISIKA DASAR PERTANIAN

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2019




LEMBAR PENGESAHAN

 

 

 

Judul                           : Pendulum

Tempat                        : Laboratorium Fisika Dasar Pertanian

Hari/Tanggal               : Selasa, 1 Oktober 2019

Jurusan                        : Teknik Pertanian

Fakultas                      : Pertanian

Kelompok                   : V (Lima)

 


Bandar Lampung, 1 Oktober 2019

Mengetahui,

Asisten

 

 

Yuni Safitri

                                                                       NPM. 1614071006



I. PENDAHULUAN

 

 

 

1.1  Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari yang ada di diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap hari sapai sesuatu yang ada di luar seperti ayunan. Ayunan ini dibahas dalam ilmu fisika dimana dari ayunan tersebut kita dapat menghitung periode yaitu selang waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu getaran dan kita dapat menghitung beberapa gravitasi bumi di suatu tempat.

 

Pada percobaan bandul sederhana biasanya ayunan yang digunakan adalah ayunan yang dibuat dengan sedemikian rupa dengan bebannya berupa bandul atau pendulum, kemudian digantungkan pada statif pada seutas tali atau benang yang ringan. Apabila bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya lalu kemudian dilepas, maka bandul tersebut akan berayun karena adanya gaya gravitasi  atau akan bergetar dengan ragam getaran yang selaras. Perioda yang mengalami gerak selaras sederhana tidak bergantung pada amplitudonya. Hal inilah yang merupakan latar belakang percobaan praktikum pada sebuah bandul sederhana.

 

1.2  Tujuan

 

Tujuan dilaksanakan praktikum adalah sebagai berikut :

1.      Mahasiswa dapat menghitung periode dengan varias panjang tali, berat benda, dan sudut pelepasan.

2.      Mahasiswa dapat memahami hubungan panjang tali, berat benda, sudut pelepasan, dan periode pada pendulum sederhana.


 

 

 

 

 

 

 

II. TINJAUAN PUSTAKA

 

 

 

Getaran merupakan gerak bolak-balik suatu partikel secara periode melalui suatu titik kesetimbangan. Getaran dapat bersifat harmonis sederhana dan kompleks. Gerak harmonis sederhana suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarang selalu mengarah ke titik  kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ke titik keseimbangan tersebut. Beberapa contoh gerak harmonis sederhana adalah gerak harmonik  pada bandul (Young dan Roger, 2002).

 

Ketika beban digantung pada ayunan dan tidak diberikan pada gaya, maka benda akan diam pada titik kesetimbangan, jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke titik B dan ke titik C. Lalu kembali lagi ke titik A. Getaran beban akan terjadi berulang-ulang secara periodik, dengan kata lain beban pada ayunan diatas melakukan gerak harmonik sederhana (Giancoli, 2001).

 

Benda yang bergerak harmonik sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode tertentu. Periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan benda untuk melakukan suatu getaran. Benda dikatakan melakukan suatu getaran atau satu getaran jika benda bergrak dari titik dimana benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi  ke titik tersebut. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan benda selama satu detik, yang dimaksud dengan getaran disini adalah getaran lengkap. Benda yang bergerak harmonis juga memiliki amplitudo A, simpangan Y dan energi mekanik (Halliday, 1987).

 

 

Menurut Oliver (1997), gerak harmonis sederhana dapat dibedakam menjadi dua, yaitu:

1.    Gerak harmonis sederhana linear, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa, gerak  osilasi airdalam pipa U, gerak horizontal pegas, gerak vertikal pegas.

2.    Gerak harmonis sederhana angular, misalnya gerak pada bandul fisis, dan ayunan torsi.

 

Menurut Surya (2009), ciri-ciri gerak harmonis sederhana adalah:

1.    Geraknya periodik (bolak-balik).

2.    Geraknya selalu melewati titik keseimbangan.

3.    Besar kecepatan atau gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan posisi atau simpangan benda.

4.    Arah percepatan atau gaya yang bekerja pada benda selalu mengarah keposisi keseimbangan.


 

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

 

 

 

3.1 Waktu dan Tempat

 

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 1 Oktober 2019 di Laboratorium Fisika Dasar Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian¸ Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

 

3.2 Alat dan Bahan

 

Alat yang digunakan pada praktikum adalah stopwatch (nst = 0,2 sekon), busur derajat (nst = 1o), mistar dengan panjang 100 cm (nst = 0,5 cm), neraca Ohaus (nst = 0,01 gr), dan gunting. Bahan yang digunakan pada praktikum adalah benang secukupnya dan tiga buah beban dengan variasi massa yang berbeda.

 

3.3 Prosedur Kerja

 

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum adalah sebagai berikut :


Disiapkan semua alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.

Ditimbang massa masing-masing beban dengan neraca Ohaus dan dicatat hasilnya.

Diikat masing-masing beban dengan benang dan dipotong benang sesuai kebutuhan masing-masing ukuran.

Dirangkai peralatan dengan menggantungkan benang pada paku.

Ditarik bandul dari keadaan yang setimbang sehingga menyimpang dengan sudut yang ditentukan dan disiapkan stopwatch yang menunjukkan titik nol.

Dilepaskan bandul bersamaan dengan ditekannya stopwatch dan diamati waktu yang dioerlukan bandul untuk melakukan 10 kali ayunan dan dicatat  waktunya.

Diulangi langkah 5-6 sebanyak 3 kali percobaan.

Pengambilan data pertama dengan dilakukan variasi terhadap panjang tali (50 cm, 80 cm, dan 100cm) dan dicatat hasilnya.

Pengabilan data kedua dengan variasi terhadap massa benda yang berbeda dan dicatat hasilnya.

Pengambilan data ketiga dengan variasi sudut pelepasan (30o dan 60o) dan dicatat hasilya.

Hasil.


 

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

4.1 Hasil

 

Hasil yang diperoleh berdasarkan praktikum yang dilakukan adalah sebagai berikut :

 

Tabel 1. Variasi Panjang Tali, θ = 30o, m = 363,32 gr

Panjang Tali (cm)

Percobaan

Waktu untuk 10 Kali Ayunan (detik)

Periode (detik)

Rumus Modul

Rumus lain

50 cm

1

14, 82

1,41

1,482

2

14,36

1,41

1,436

3

14,35

1,41

1,435

80 cm

1

17,87

1,79

1,787

2

18,05

1,79

1,805

3

18,05

1,79

1,805

100 cm

1

20,43

2,005

2,043

2

20,02

2,005

2,002

3

19,86

2,005

1,986

 

 Tabel 2. Variasi Berat Bandul, Panjang Tali = 100 cm, θ = 30o

Berat Bandul (gram)

Percobaan

Waktu untuk 10 Kali Ayunan (detik)

Periode (detik)

Rumus Modul

Rumus lain

363,32 gr

1

20,50

2,005

2, 05

2

20,19

2,005

2,019

3

20,18

2,005

2,018

274, 99 gr

1

20,59

2,005

2,059

2

19,98

2,005

19,98

3

20,08

2,005

2,008

327,9 gr

1

20,01

2,005

2,001

2

20,29

2,005

2,029

3

20,35

2,005

2,035

 

 

Tabel 3. Variasi sudut (θ) dengan Panjang Tali = 10 cm, dan m = 363,32 gr

Sudut (derajat)

Percobaan

Waktu untuk 10 Kali Ayunan (detik)

Periode (detik)

Rumus Modul

Rumus lain

30

1

20,54

2,005

2,054

2

20,00

2,005

2,0

3

20,64

2,005

2,064

60

1

20,78

2,005

2,078

2

21,19

2,005

2,119

3

21,27

2,005

2,127


 

4.2 Pembahasan

 

Pada praktikum kali ini, dicari waktu yangg ditempuh bandul untuk melakukan 10 kali ayunan. Pada saat panjang tali 0,5 m dan sudut pelepasannya 30o, didapatkan hasil waktu 14,82 s, 14,36 s, dan 14,35 s untuk 3 kali percobaan. Pada saat panjang tali 0,8 m dengan sudut yang sama, didapatkan hasil waktu 17,87 s, 18,05 s, dan 18,05 s. Untuk panjang tali 1 m, didapatkan waktu 20,43 s, 20,02 s, dan 19,86 s. Pada tabel 2 dan 3 memiliki besar periode yang sama karena memiliki panjang tali yang sama. Jika dilihat dari hasil percobaan, maka ada hal yang mempengaruhi lama waktu dan periode. Hal-hal yang dapat mempengaruhi adalah massa bandul, panjang tali dan sudut pelepasan.

 

Dari ketiga percobaan di atas, variasi yang paling mempengaruhi periode pendulum adalah panjang tali. Karena semakin panjang tali yang digunakan, maka jarak yang ditempuh bandul akan semakin jauh dan waktu yang dibutuhkan semakin lama.

 

Hubungan yang terjadi antara panjang tali, massa bandul, dan besar sudut pelepasan terhadap periode adalah jika semakin panjang tali yang digunakan, maka periodenya akan semakin besar. Kedua, jikka massa bandul yang digunakan semakin besar, maka periode yang dihasilkan akan semakin kecil atau berbanding terbalik. Ketiga, apabila sudut pelepasan semakin besar, maka periodenya akan semakin besar pula.

 

Pendulum adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi mengikuti rumus:

T= 2π         

Ө ( Sudut – ayunan) >> 1 dimana L adalah panjang tali dan g adalah percepatan gravitasi(Rustiawan, 2010).

 

Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak – balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon yang selalu konstan. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa atau air dalam pipa U, gerak horizontal atau vertikal dari pegas, dan sebagainya. Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul atau bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya (Soedojo, 1986).

 

Gerak Periodik adalah suatu getaran atau gerakan yang dilakukan benda se!ara bolak-balik melalui jalan tertentu yang kembali lagi ke tiap kedudukan dan ketepatan setelah selang waktu tertentu. Contoh gerak bolak balik adalah gerakan sebuah bandul. Dari sekian banyak gerak periodik, ada gerak yang dinamakan gerak harmonik.gerak harmonik adalah gerak sebuuah partikel sebagai fungsi waktu berupa sinusodial (dapat dinyatakan dalam bentuk sinus atau kosinus). (Surya, 2009).

 

Ada beberapa contoh aplikasi pendulum pada kehidupan sehari-hari, antara lain :

  1. Ayunan anak-anak.
  2. Peredam kejut pada kendaraan bermotor atau biasa disebut shockbreaker yang bekerja untuk mengurangi dan mengendalikan guncangan.
  3. Jam mekanik yang juga memiliki komponen pegas, pegas memberikan suatu putaran pemulih yang sebanding dengan titik pusat keseimbangan.
  4. Garpu Tala yang mengeluarkan bunyi berbeda sesuai dengan ukurannya, makin kecil ukuran atau massanya makin tinggi frekuensi bunyi yang dihasilkan begitu pula sebaliknya (Rustiawan, 2010). 

 

V. KESIMPULAN

 

 

 

Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum yang dilakukan adalah sebagai berikut:

 

1. Periode pada panjang tali 50 cm adalah 1,41 s. Pada panjang tali 80 cm adalah 1,79 s. Pada panjang tali 100 cm adalah 2,005 s. Periode pada saat berat benda 363,32 gram adalah 2,019 s. Pada saat berat benda 274,99 gram adalah 2,059 s. Pada saat berat benda 327,9 gram adalah 2, 035 s. Periode pada saat sudut pelepasannya 30o adalah 2,054 s. Pada sudut 60o adalah 21,27 s.

2. Hubungan panjang tali dengan periode adalah semakin panjang tali yang digunakan maka semakin lama periode untuk satu getaran (kembali ke titik awal). Apabila massa benda yang digunakan semakin besar, maka periode untuk satu getaran akan semakin cepat. Dan apabila sudut pelepasan yang digunakan semakin besar, maka periode untuk satu kali getaran akan semakin lama.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Giancolli, Douglas C. 2001. FISIKA Edisi Kelima Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Halliday, David. 1987. FISIKA Edii ketiga Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Oliver, Dick. 1997. Memandang Realita dengan Fractal Vision. ANDI Offet. Yogyakarta.

Rustiawan, Dede.2010.Praktis Belajar Fisika. Visindo. Jakarta.

Soedojo, Peter. 1986. Azas Azas Ilmu FISIKA.UGM Press. Yogyakarta.

Surya, Yohanes. 2009. Getaran  dan Gelombang. Kandel. Tangerang.

Young, Hugh D dan Roger, A Freedman. 2002. FISIKA Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

Posting Komentar untuk "LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA "PENDULUM""